GOKASI Maluku Utara Gelar UKT dan Gashuku di 4 Daerah, Bidik Penguatan Atlet

GOKASI Maluku Utara menyiapkan pelaksanaan UKT dan Gashuku di empat kabupaten/kota dengan total sekitar 150 peserta.

Pembinaan atlet karate di Maluku Utara terus digenjot. Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gojuriyu Karate-Do Shinbukan Indonesia (GOKASI) Maluku Utara menjadwalkan pelaksanaan Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) dan Gashuku di empat kabupaten/kota.

Sekretaris Umum GOKASI Maluku Utara, Muhammad Riska Amal, mengatakan UKT dan Gashuku merupakan bagian dari program kerja organisasi sekaligus agenda wajib yang dilaksanakan secara berkala untuk mengukur perkembangan kemampuan para atlet.

“UKT dan Gashuku merupakan agenda wajib yang dalam satu tahun dilaksanakan tiga kali. Ini untuk melihat kemampuan para atlet yang sudah berlatih,” kata Riska.

Menurut dia, fokus GOKASI saat ini tidak hanya memperkuat organisasi, tetapi juga memastikan pembinaan atlet berjalan di tingkat kabupaten dan kota.

Pembinaan tersebut menjadi penting karena kemampuan atlet perlu dipantau secara berkala, baik dari sisi teknik maupun perkembangan setelah menjalani latihan.

Meski tergolong sebagai perguruan karate yang relatif baru di Maluku Utara, GOKASI kini telah memiliki empat cabang di wilayah tersebut.

Keempatnya yakni DPC GOKASI Kota Ternate, DPC GOKASI Kota Tidore Kepulauan, DPC GOKASI Pulau Morotai, dan DPC GOKASI Halmahera Tengah.

“Walaupun perguruan GOKASI merupakan perguruan baru, alhamdulillah sudah ada empat cabang di kabupaten dan kota di wilayah Maluku Utara,” ujarnya.

Morotai Jadi Pembuka

Rangkaian UKT dan Gashuku akan dimulai dari DPC GOKASI Pulau Morotai. Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung pada 5–6 September 2026.

Pelaksanaan di Morotai sekaligus menjadi sejarah tersendiri karena merupakan kali pertama UKT GOKASI digelar di Kabupaten Pulau Morotai.Setelah Morotai, agenda dilanjutkan di Kota Ternate dan Kota Tidore Kepulauan pada 12–13 September 2026.

Sementara pelaksanaan di DPC GOKASI Halmahera Tengah akan menyusul sesuai jadwal yang telah disiapkan organisasi.Secara keseluruhan, kegiatan UKT dan Gashuku tersebut ditargetkan diikuti sekitar 150 peserta dari empat kabupaten/kota.

Riska mengatakan rangkaian kegiatan tersebut diharapkan menjadi ruang evaluasi sekaligus pemacu semangat bagi para atlet untuk terus meningkatkan kemampuan.

Bagi GOKASI Maluku Utara, UKT bukan sekadar ujian kenaikan tingkat. Agenda tersebut menjadi bagian dari proses pembinaan untuk memastikan atlet berkembang secara terukur dan memiliki kesiapan menghadapi berbagai ajang kompetisi.

Dengan bertambahnya cabang di sejumlah daerah, GOKASI Maluku Utara kini mulai membangun fondasi pembinaan yang lebih luas. Targetnya, organisasi tidak hanya berkembang secara struktur, tetapi juga mampu melahirkan atlet-atlet karate yang berprestasi dari berbagai kabupaten dan kota di Maluku Utara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *