‎‎Kredit Plus Ternate Angkat Bicara: Kami Juga Korban, Kerugian Capai Rp400 Juta

Brands Head Kredit Plus Cabang Ternate, Asri Mokoginta (Foto:Istimewa).

TERNATE– PT KB Finansia Multi Finance (Kredit Plus) Cabang Ternate akhirnya memberikan tanggapan terkait dugaan penipuan berkedok pengajuan kredit yang menyeret nama perusahaan. Manajemen menyatakan kasus tersebut diduga melibatkan mantan karyawan dan menegaskan perusahaan juga menjadi pihak yang dirugikan.‎‎

Brands Head Kredit Plus Cabang Ternate, Asri Mokoginta, mengatakan dugaan penyalahgunaan proses pembiayaan tidak dilakukan atas kebijakan perusahaan, melainkan diduga melibatkan oknum yang saat ini sudah tidak lagi bekerja di Kredit Plus.

‎‎”Yang perlu kami sampaikan, dalam perkara ini justru Kredit Plus juga menjadi korban,” kata Asri saat ditemui di Kantor Kredit Plus Cabang Ternate, Kamis (16/7/2026).‎‎

Asri menjelaskan, berdasarkan hasil penelusuran internal, para pemohon kredit yang kini mengaku menjadi korban sebelumnya menerima uang dengan nominal berkisar Rp300 ribu hingga Rp500 ribu. Menurut dia, mereka juga datang langsung ke toko untuk menjalani proses administrasi, termasuk pengambilan foto transaksi dan penerimaan barang.‎‎

“Nasabah datang sendiri ke toko, melakukan foto transaksi, dan menerima barang. Setelah itu, siapa yang menggunakan barang tersebut menjadi urusan mereka,” ujarnya.‎‎

Pernyataan tersebut berbeda dengan keterangan sejumlah pelapor yang sebelumnya mengaku identitas mereka dimanfaatkan oleh oknum karyawan untuk mengajukan kredit tanpa mengetahui konsekuensi hukum maupun kewajiban pembayaran angsuran.‎‎

Asri juga membantah jumlah korban mencapai puluhan orang sebagaimana yang beredar. Berdasarkan data perusahaan, jumlah nama yang tercatat dalam pembiayaan hanya 25 orang.‎‎Ia menambahkan, salah satu mantan karyawan yang diduga terlibat telah berhenti bekerja sejak April 2026.

Menurut Asri, yang bersangkutan menghilang setelah perusahaan mulai melakukan audit internal terhadap dugaan penyimpangan tersebut.‎‎

“Saat proses identifikasi dimulai, yang bersangkutan sudah tidak dapat dihubungi. Ada juga pihak lain yang diduga membantu mencarikan konsumen, tetapi bukan karyawan Kredit Plus,” katanya.‎‎

Kredit Plus, lanjut Asri, tengah menyiapkan laporan kepada kepolisian terhadap mantan karyawan yang diduga terlibat dalam perkara tersebut. Perusahaan menyerahkan sepenuhnya kepada penyidik untuk mengungkap pihak-pihak yang bertanggung jawab.‎‎

Menurut perhitungan sementara, nilai kerugian yang dialami perusahaan diperkirakan mencapai sekitar Rp400 juta, berasal dari sejumlah barang pembiayaan yang hingga kini belum dapat dipertanggungjawabkan.‎‎

Sebelumnya, puluhan warga Kota Ternate melaporkan dugaan penipuan bermodus pengajuan kredit ke Polres Ternate.

Para pelapor mengaku diminta menyerahkan KTP dengan imbalan uang ratusan ribu rupiah, namun belakangan mengetahui identitas mereka digunakan untuk mengajukan kredit telepon seluler dan barang elektronik lainnya.

‎‎Kasat Reskrim Polres Ternate AKP Bakri Syahrudin membenarkan adanya laporan tersebut. Menurut dia, perkara masih dalam tahap penyelidikan dan sejumlah saksi telah dimintai keterangan.

‎‎Catatan Redaksi: Berita ini memuat tanggapan resmi dari PT KB Finansia Multi Finance Cabang Ternate sebagai bentuk keberimbangan informasi. Dugaan tindak pidana yang dilaporkan para korban masih dalam proses penyelidikan kepolisian. Asas praduga tak bersalah tetap berlaku terhadap seluruh pihak yang disebutkan hingga terdapat putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap.

https://marahainews.id/wp-content/uploads/2026/07/WhatsApp-Image-2026-07-05-at-00.30.30.jpeg

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *