TERNATE, – Kapolda Maluku Utara, Irjen Pol. Arif Budiman, menghadiri pelaksanaan Legu Gam Tara No Ate Kesultanan Ternate Tahun 2026 yang berlangsung di kompleks Kedaton Kesultanan Ternate pada Sabtu (17/10) malam. Kehadiran ini menjadi simbol sinergi yang erat antara institusi kepolisian dengan lembaga adat, pemerintah daerah, dan masyarakat luas.
Kegiatan yang sarat makna budaya ini bukan sekadar seremonial semata, melainkan pengingat akan pentingnya menjaga warisan leluhur sebagai perekat persaudaraan di tengah keberagaman.
”Budaya dan adat istiadat merupakan warisan berharga yang harus kita jaga bersama. Melalui kegiatan seperti Legu Gam Tara No Ate ini, kita dapat mempererat tali silaturahmi, memperkuat persaudaraan, serta menumbuhkan rasa cinta terhadap budaya dan kearifan lokal,” ujar Irjen Arif Budiman dalam sambutannya.
Kapolda menegaskan bahwa kehadiran Polri di tengah masyarakat tidak hanya dalam konteks penegakan hukum, tetapi juga sebagai bagian tak terpisahkan dari kehidupan sosial-budaya masyarakat Maluku Utara. Sinergi lintas unsur Polri, TNI, pemerintah daerah, Kesultanan, dan masyarakat dinilai menjadi fondasi utama dalam menjaga stabilitas keamanan yang kondusif.
“Polri tidak hanya bertugas menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga menjadi bagian dari masyarakat yang turut mendukung nilai-nilai kebersamaan, menghormati tradisi, dan menjaga keharmonisan dalam kehidupan bermasyarakat,” tambahnya.
Acara berjalan dengan khidmat dan penuh kehangatan, diawali dengan penyambutan tamu diiringi musik brass dan musik tradisional. Prosesi adat Kabasarang Uci/Dayang Lastampa – Ritede Suba menjadi bagian yang menyakral sebelum dilanjutkan pengawalan panji-panji Resimen serta panji-panji empat Soa yang berjalan diiringi musik tradisional dan sangkakala.
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan penampilan Tari Dadansa, pembacaan doa, penyanyian lagu kebangsaan Indonesia Raya, laporan ketua panitia, serta sambutan dari para pejabat yang hadir.
Acara secara resmi dibuka dengan pemukulan tifa, kemudian diisi penampilan teater budaya, tarian, musik Yanger, hingga penampilan band Treeshome yang menambah semarak suasana.
Kehadiran Kapolda Maluku Utara bersama jajaran TNI, Pemda, dan jajaran Kesultanan Ternate menggambarkan tekad bersama: menjaga persatuan, menghormati perbedaan, dan melestarikan budaya sebagai kekuatan utama menjaga kedamaian di Maluku Utara.
Polda Maluku Utara berkomitmen untuk terus memperkuat kemitraan dengan seluruh elemen masyarakat, mendukung pelestarian kearifan lokal, serta mewujudkan wilayah yang aman, damai, dan kondusif bersama masyarakat.












