Perjalanan ke Pantai Sulamadaha Berujung Dugaan Pelecehan, Polisi Dalami Kasusnya

DUGAAN PELECEHAN: Seorang perempuan berinisial DWD (21) melaporkan dugaan pelecehan seksual yang dialaminya di dalam mobil di kawasan Sulamadaha, Ternate Barat. Polisi telah menerima laporan tersebut dan menjadwalkan pemeriksaan lanjutan. (Foto: istimewa).

‎‎‎TERNATE – Seorang perempuan berinisial DW (21) melaporkan dugaan pelecehan seksual yang dialaminya kepada polisi. Peristiwa tersebut diduga terjadi di dalam sebuah mobil Toyota Calya warna hitam di wilayah Kelurahan Sulamadaha, Kecamatan Ternate Barat, Kota Ternate, pada 15 Agustus 2026.‎‎

Dalam laporannya, DW menyebut seorang pria berinisial R alias Rido sebagai terlapor. Pria tersebut diketahui bekerja sebagai anak buah kapal (ABK) di sebuah kapal tanker minyak.‎‎

DW menuturkan, peristiwa itu bermula ketika dirinya menemani temannya berinisial AI bepergian menggunakan mobil bersama R. Mereka disebut berencana menuju kawasan Pantai Masirete, Kelurahan Sulamadaha.‎‎Namun, sebelum tiba di lokasi tujuan, mobil yang mereka tumpangi berhenti.‎‎

Saat itu, menurut pengakuan DW, ia duduk di kursi belakang, tepat di belakang tempat duduk temannya. Sementara di bagian depan, AI bersama R berada dalam posisi berdekatan.‎‎

“Mobil berhenti. Teman saya yang duduk bersebelahan dengan pacarnya, atau terduga pelaku, kemudian melakukan aktivitas tidak pantas. Sementara saya duduk di kursi belakang,” kata DW sambil menangis saat diwawancarai, Minggu (23/8/2026).

‎‎Di tengah situasi tersebut, DW mengaku R diduga mulai menyentuh bagian pahanya. Ia mengaku langsung menepis tangan terlapor.‎‎ Namun, menurut DW, dugaan tindakan tersebut kembali terjadi. Ia mengaku tangan R kemudian menyentuh bagian dada hingga payudaranya.

‎‎“Saya langsung pukul tangannya saat memegang paha. Setelah itu tangannya kembali memegang dada hingga payudara saya. Saya dorong lagi, tetapi kemudian dia menarik bagian atas baju dan memasukkan tangannya,” ujarnya.

‎‎Ia mengaku spontan bersuara. Temannya yang berada di dalam mobil kemudian menoleh. Namun, menurut DW, terlapor R disebut menyampaikan bahwa ada orang lain di sekitar lokasi.‎‎Setelah kejadian itu, DW mengaku menceritakan peristiwa tersebut kepada AI. Keduanya kemudian meminta untuk pulang.‎‎

Dilaporkan Sehari Setelah Kejadian‎‎

DW mengatakan dirinya masih mengalami trauma setelah kejadian tersebut. Sehari kemudian, pada 16 Agustus 2026, ia menceritakan peristiwa itu kepada kekasihnya.‎‎

Mereka kemudian memutuskan membuat laporan ke Polsek Pulau Ternate sekitar pukul 20.00 WIT.‎‎

Saat laporan dibuat, R disebut sedang menjalankan pekerjaan sebagai ABK di kapal tanker swasta bernama Adria Jakarta yang beroperasi dan berlabuh di sejumlah wilayah, termasuk Ternate.‎‎ Karena itu, polisi disebut menunggu R kembali ke Ternate untuk dimintai keterangan.‎‎

Menurut DW, terlapor tiba di Ternate pada Sabtu (22/8/2026) dan kemudian dipanggil untuk menjalani pemeriksaan oleh penyidik Polsek Pulau Ternate pada malam harinya.‎‎DW mengaku berada di kantor polisi saat proses pemeriksaan berlangsung.

Ia menyebut terlapor telah memberikan keterangan terkait tuduhan tersebut. Namun, isi dan status hukum dari keterangan itu masih perlu dikonfirmasi lebih lanjut kepada penyidik yang menangani perkara.

‎‎Selain itu, DW juga mengaku mendengar adanya pernyataan dari terlapor kepada temannya agar persoalan tersebut tidak dibawa ke kepolisian. Pernyataan itu masih merupakan pengakuan dari korban dan belum mendapat tanggapan langsung dari pihak R.

‎‎Polisi: Laporan Sudah Diterima

‎‎Kapolsek Pulau Ternate IPTU Lukman Umasugi membenarkan pihaknya telah menerima laporan terkait dugaan pelecehan tersebut.‎‎

“Laporan sudah kami terima. Tadi malam penyidik saya sudah mengambil keterangan pelapor maupun terlapor,” kata IPTU Lukman saat dikonfirmasi melalui sambungan WhatsApp.‎‎

Menurut Lukman, penyidik masih akan melakukan pemeriksaan lanjutan untuk mendalami kronologi dan mengumpulkan keterangan dalam perkara tersebut.‎‎“Besok, Senin, akan ada pemeriksaan lanjutan. Setelah pemeriksaan selesai, nanti kami melihat hasilnya dan seperti apa kelanjutannya,” ujarnya.‎‎

Kapolsek belum menjelaskan secara rinci kronologi maupun identitas pihak-pihak yang terlibat.

Ia mengatakan kepolisian masih menunggu hasil pemeriksaan lanjutan sebelum menyampaikan perkembangan penanganan perkara tersebut.‎‎“Kami cek dulu besok. Setelah selesai pemeriksaan, baru kami sampaikan perkembangan dan tindak lanjutnya,” katanya.‎‎

DW berharap laporannya dapat diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Hingga kini, ia mengaku masih merasa tidak nyaman dan trauma atas peristiwa yang dilaporkannya.‎‎

Kasus tersebut saat ini masih dalam tahap penanganan dan pendalaman oleh pihak kepolisian. Seluruh dugaan terhadap terlapor masih harus dibuktikan melalui proses penyelidikan dan/atau penyidikan sesuai ketentuan hukum.‎‎‎‎

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *