TERNATE – Satuan Tugas Wilayah (Satgaswil) Maluku Utara Densus 88 Antiteror Polri berkolaborasi dengan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Ternate memberikan pembekalan kepada 63 calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kota Ternate Tahun 2026.
Kegiatan itu bertujuan memperkuat pemahaman ideologi Pancasila sekaligus mencegah penyebaran paham intoleransi, radikalisme, ekstremisme, terorisme (IRET), serta kekerasan nihilistik tipe Terroristic Crime by Choice (TCC).
Kegiatan sosialisasi berlangsung di Aula Kantor Kesbangpol Kota Ternate, Kelurahan Marikurubu, Kecamatan Ternate Tengah, pada Kamis (16/7/2026), sebagai bagian dari rangkaian pemusatan pendidikan dan pelatihan calon Paskibraka tingkat Kota Ternate.
Unit Pencegahan Satgaswil Maluku Utara Densus 88 AT Polri menghadirkan Banit Pencegahan/Idensos Satgaswil Maluku Utara, Briptu Idris Tuguis, sebagai narasumber. Kegiatan turut didampingi pelatih calon Paskibraka, Bripka Amri dan Hidayat M. Saleh.
Dalam pemaparannya, Idris menjelaskan bahwa remaja merupakan kelompok yang rentan terhadap pengaruh paham radikal maupun kekerasan berbasis ideologi dan nihilisme.
Ia mengungkapkan, secara nasional terdapat 112 anak yang terpapar radikalisme dan terorisme yang tersebar di 26 wilayah, dengan jumlah terbanyak berada di Jawa Barat sebanyak 18 anak dan Jawa Tengah 11 anak. Mayoritas berada pada rentang usia 10 hingga 18 tahun.
Menurut Idris, proses radikalisasi umumnya berlangsung secara bertahap melalui lingkungan keluarga, pergaulan, maupun paparan propaganda di ruang digital yang mengglorifikasi aksi kekerasan sebagai bentuk perjuangan.
Selain itu, ia juga memaparkan data mengenai **70 anak yang terpapar kekerasan tipe TCC di 18 provinsi, dengan 67 anak di antaranya telah mendapatkan intervensi. Kasus terbanyak tercatat di DKI Jakarta dan Jawa Barat dengan rentang usia korban antara 11 hingga 19 tahun.
Berbeda dengan radikalisme yang memiliki landasan ideologis, Idris menjelaskan bahwa kekerasan tipe TCC lebih dipengaruhi faktor psikososial seperti perundungan, kekerasan dalam keluarga, keterasingan sosial, hingga konsumsi konten kekerasan secara berlebihan di media digital.
Melalui kegiatan tersebut, peserta juga diajak memahami pentingnya memperkuat nilai-nilai Pancasila, menjaga toleransi, serta meningkatkan literasi digital agar tidak mudah terpengaruh narasi provokatif maupun ajakan yang mengarah pada tindakan kekerasan.
Pelatih calon Paskibraka Kota Ternate, Bripka Amri, mengapresiasi kehadiran Satgaswil Maluku Utara Densus 88 AT Polri dalam memberikan pembekalan kepada para peserta.
Menurut dia, materi yang disampaikan menjadi bekal penting bagi calon Paskibraka sebagai generasi muda yang akan mengemban tugas mengibarkan Sang Merah Putih sekaligus menjadi teladan dalam menanamkan nilai-nilai kebangsaan di lingkungan masyarakat.
”Kami mengucapkan terima kasih kepada Unit Pencegahan Satgaswil Maluku Utara Densus 88 AT Polri yang telah memberikan pengetahuan dan penguatan nilai-nilai kebangsaan kepada calon Paskibraka Kota Ternate Tahun 2026,” pungkas Bripka Amri.
Densus 88 Bekali Calon Paskibraka Ternate Tangkal Radikalisme dan Terorisme













