‎Senjata Api Diserahkan Sukarela, Gubernur Sherly: Ini Bentuk Kepercayaan kepada Polisi‎

Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda Laos mengapresiasi langkah cepat Polda Maluku Utara dalam merespons penyerahan senjata api secara sukarela oleh masyarakat. (Istimewa).


SOFIFI – Pemerintah Provinsi Maluku Utara mengapresiasi langkah cepat Polda Maluku Utara dalam merespons penyerahan senjata api secara sukarela oleh masyarakat.

‎Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda Laos menilai, respons cepat kepolisian tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga keamanan dan stabilitas daerah. Penyerahan senjata secara sukarela juga dinilai sebagai sinyal positif bahwa masyarakat memilih jalan damai dibandingkan kekerasan.

‎“Apresiasi kepada Polda Maluku Utara yang dipimpin Kapolda karena bergerak cepat. Kami Forkopimda Provinsi Maluku Utara akan bekerja sama memastikan keamanan, kestabilan, dan kedamaian di Bumi Kie Raha Maluku Utara,” kata Sherly.

‎Menurut dia, keputusan warga menyerahkan senjata api secara sukarela patut diapresiasi. Langkah tersebut tidak hanya berkaitan dengan aspek keamanan, tetapi juga menunjukkan kesadaran masyarakat untuk ikut menjaga situasi tetap kondusif.

‎“Gerak cepat dari Polda Maluku Utara dalam merespons penyerahan senjata api secara sukarela dari warga tentu kami apresiasi. Kepada warga yang sudah menyerahkan senjata api, ini merupakan bentuk memilih damai dibandingkan kekerasan,” ujarnya.

‎Sherly menyebut penyerahan senjata api juga mencerminkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian. Kepercayaan itu, kata dia, menjadi modal penting dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

‎“Ini memiliki arti bahwa masyarakat Maluku Utara menaruh kepercayaan yang tinggi terhadap Polda Maluku Utara dan memilih untuk menjaga keutuhan NKRI dibandingkan dengan pengaruh-pengaruh negatif lainnya,” tegasnya.

‎Ajak Warga Serahkan Senjata

‎Gubernur Sherly juga mengimbau masyarakat yang masih menyimpan senjata api di rumah agar tidak takut untuk menyerahkannya kepada kepolisian.

‎Dia meminta warga mengambil langkah proaktif dengan mendatangi Polda Maluku Utara sehingga senjata tersebut dapat ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku.

‎“Saya juga menekankan, buat masyarakat Maluku Utara yang masih menyimpan senjata api di rumah, bisa datang langsung ke Polda Maluku Utara untuk ditindaklanjuti,” kata Sherly.

‎Menurut Sherly, keputusan menyerahkan senjata secara sukarela merupakan pilihan yang tepat untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman. Pemerintah Provinsi Maluku Utara, lanjut dia, akan terus memperkuat sinergi bersama Forkopimda, TNI-Polri, dan masyarakat.

‎Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk mencegah potensi gangguan keamanan sekaligus menjaga stabilitas di seluruh wilayah Maluku Utara.

‎“Yang paling penting adalah bagaimana kita bersama-sama menjaga keamanan, kedamaian, dan kestabilan di Bumi Kie Raha,” ujarnya.

‎Sherly berharap kesadaran masyarakat untuk memilih perdamaian terus tumbuh. Dengan dukungan masyarakat dan sinergi antarlembaga, kondisi keamanan Maluku Utara diharapkan semakin kondusif.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *