TERNATE – Kepolisian Daerah Maluku Utara menggelar Turnamen Esports Kapolda Malut Cup 2026 sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80. Kompetisi yang berlangsung di Modiv Ternate, Sabtu (18/7/2026), mempertemukan empat tim Mobile Legends terbaik hasil seleksi dari seluruh Polres jajaran di Maluku Utara.
Selain menjadi ajang kompetisi, turnamen tersebut dirancang sebagai sarana pembinaan generasi muda melalui aktivitas yang dinilai lebih produktif dan kompetitif. Polda Malut berharap olahraga elektronik dapat menjadi ruang penyaluran bakat sekaligus mencegah anak muda terlibat dalam penyalahgunaan narkoba, judi online, tawuran, geng motor, maupun bentuk kenakalan remaja lainnya.
Kegiatan itu dihadiri Kabid Humas Polda Malut Kombes Pol. Hadi Poerwanto, Sekretaris Daerah Provinsi Maluku Utara Samsuddin Abdul Kadir, Ketua Umum Pengurus Nasional Indonesia Esports Association (IESPA) Ibnu Sulistyo Riza Pradipto, pengurus IESPA dan ESI Maluku Utara, serta para peserta turnamen.
Kabid Humas Polda Malut Kombes Pol. Hadi Poerwanto mengatakan turnamen ini merupakan bentuk pendekatan preemtif Polri dalam membangun ekosistem esports yang sehat, kompetitif, dan berorientasi pada prestasi.
“Turnamen ini bertujuan menumbuhkan kreativitas dan memberikan ruang berekspresi yang positif bagi generasi muda. Harapannya, mereka dapat mengembangkan bakat serta meraih prestasi sehingga tidak terjerumus dalam perilaku menyimpang yang merugikan diri sendiri maupun lingkungan,” kata Hadi.
Ia menjelaskan, proses seleksi telah dimulai dari tingkat Polres. Masing-masing Polres lebih dulu menggelar kompetisi internal untuk menentukan tiga tim terbaik sebelum bertanding secara berjenjang hingga tersaring empat tim yang lolos ke babak final tingkat Polda.
Untuk memastikan pertandingan berjalan profesional, Polda Malut menggandeng Indonesia Esports Association (IESPA) Provinsi Maluku Utara sebagai mitra pelaksana. Organisasi tersebut bertugas menyiapkan perangkat pertandingan, menghadirkan juri, serta mengawasi seluruh aspek teknis kompetisi.
Menurutnya, turnamen ini tidak hanya berorientasi pada penentuan juara, tetapi juga menjadi ajang pencarian atlet-atlet esports potensial yang dapat membawa nama Maluku Utara di tingkat nasional.Tim yang keluar sebagai juara pertama akan mewakili Polda Maluku Utara pada Turnamen Kapolri Cup yang dijadwalkan berlangsung di Markas Besar Polri pada akhir Juli 2026.
“Kami berharap lahir bibit-bibit atlet esports yang mampu berprestasi di tingkat nasional. Kesempatan tampil pada Kapolri Cup diharapkan menjadi motivasi bagi generasi muda untuk memilih jalur prestasi sekaligus menjauhi narkoba, judi online, geng motor, maupun tindak kriminal lainnya,” ujarnya.
Polda Maluku Utara menargetkan Turnamen Esports Kapolda Malut Cup menjadi agenda tahunan yang berjenjang, mulai dari tingkat Polres hingga Mabes Polri. Melalui program tersebut, institusi kepolisian ingin memperkuat pembinaan talenta esports sekaligus mendorong lahirnya generasi muda yang kreatif, produktif, dan berprestasi.













