Diduga Rendahkan Tarian Bersejarah, Sejumlah Influencer Maluku Utara akan Dipolisikan

Potongan video saat sejumlah Sejumlah Influencer Maluku Utara saat live di Medsos dan diduga merendahkan tarian cakalele

Asosiasi Mahasiswa Pemuda Pelajar Tobelo Galela Malifut Morotai Loloda Kao (AMPP-TOGAMMOLOKA) akan melaporkan sejumlah influencer ke Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Maluku Utara.

Langkah hukum ini ditempuh setelah viralnya 2 potongan video yang memperkihatkan sejumlah influencer diduga tidak menghormati dan cenderung merendahkan nilai filosofis serta sejarah tarian tradisional warisan leluhur.

Para influencer diduga melakukan hal tersebut diduga setelah mendapatkan saweran saat live di Media Sosial (Medsos). 

Ketua Umum AMPP-TOGAMMOLOKA Maluku Utara, Muhammad Iram Galela menegaskan pihaknya akan mengambil langkah hukum terhadap Para influencer.

“Dalam waktu dekat kami akan membuat laporan resmi ke Polda Maluku Utara,” tegas Irham. Selasa 23 Juni 2026.

Irham menambahkan wadah paguyuban yang berbasis teritorial dan kultural dimana budaya menjadi salah satu identitas etnisitas yang dijaga dari berbagai macam suku diantaranya adalah suku terbesar Tobelo dan Galela. 

“Hari ini ada video viral dan menuai banyak kecaman masyarakat luas karena dalam video berdurasi 1 menit 18 detik dan 46 detik diduga kuat mengandung unsur penghinaan dan pelecehan terhadap tarian Cakalela sebagai simbol kehormatan dan perjuangan suku Tobelo-Galela,” ucapnya.

Irham bilang, sejumlah influencer dengan gampangnya dan sangat berani mempertontontan tarian dengan musik cakalela didepan publik seakan menjadi bahan candaan publik.

“Kami mengecam tindakan mereka, Karena ini soal budaya dan adat tidak bisa dibenarkan dalam bentuk apapun,” pungkasnya.

https://marahainews.id/wp-content/uploads/2026/07/WhatsApp-Image-2026-07-05-at-00.30.30.jpeg

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *