Polres Halmahera Utara, menggelar minggu kasih di Gereja GMIH Eppata Samuda, Desa Samuda, Galela Barat. Langkah ini dalam rangka mendukung program Kapolri. Minggu 26 Oktober 2026.
Dalam giat dipimpin langsung Kapolres AKBP Erlichson Pasaribu, didampingi Wakapolres Kompol Saiful Egal, Kapolsek Galela Ipda Fajri Syamsudin, dan KBO Intelkam Ipda Basadin Pattimahu, dihadiri personel Polres dan
5. Personil Polres Halmahera Utara dan puluhan jemaah.
Ibadah Minggu yang dipimpin oleh Ibu Pdt. Imelda Lahi, setelah selesai ibadah dilanjutkan dengan penyampaian pesan-pesan Kamtibmas oleh Akbp Erlichson Pasaribu.
“Kedatangan saya pada pagi ini berkaitan dengan adanya kejadian yang terjadi kemarin di KM 19. Namun, selain itu kedatangan saya di sini merupakan bagian dari upaya mendukung program Kapolri dengan semangat Presisi, untuk mewujudkan Polri yaitu Polri bersama Masyarakat,” jelasnya.
Erlicson menambahkan, terkait kejadian yang terjadi di KM 19, pihaknya bersama Forkopimda Halmahera Utara telah berupaya melakukan langkah-langkah penanganan.
Saat ini, pihaknya telah mengamankan dua orang saksi, sementara dua saksi lainnya masih dalam proses pencarian dan dimintai keterangan untuk membantu mengungkap kejadian tersebut.
“Melalui kesempatan ini, saya ingin menyampaikan kepada seluruh masyarakat, khususnya kepada ibu-ibu, agar tidak merasa takut kepada polisi. Jangan menganggap kehadiran polisi sebagai sesuatu yang menakutkan atau selalu berkaitan dengan tindakan negatif. Kami hadir untuk melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat,” ucapnya.
Erlicson bilang, apabila ada permasalahan, silakan datang dan menyampaikannya kepada pihak kepolisian. Jika ada yang merasa takut atau belum berani berbicara secara langsung, warga dapat melaporkan langsung ke dirinya selaku Kapolres.
“Jangan sungkan untuk menghubungi saya. Sekecil apa pun permasalahan yang disampaikan, akan saya upayakan untuk memberikan tanggapan,” tegasnya.
Saat ini perlu dorinya tegaskan Polri terus berbenah dan berkomitmen untuk menjadi lebih baik serta semakin dekat dengan masyarakat. Oleh karena itu, dirinya mengharapkan dukungan dan kerja sama dari seluruh masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
“Salah satu permasalahan kamtibmas yang menjadi perhatian kita bersama adalah tindak penganiayaan, khususnya terhadap perempuan dan anak. Hal ini harus menjadi perhatian serius bagi kita semua, karena perempuan dan anak perlu mendapatkan perlindungan serta merasa aman di lingkungan tempat tinggalnya,” akunya.
Untuk itu, dirinya imbau kepada seluruh masyarakat agar dapat mengurangi, bahkan menghindari, konsumsi minuman keras yang berpotensi memicu terjadinya gangguan keamanan, perselisihan, maupun tindak kekerasan.
“Mari kita bersama-sama menjaga lingkungan agar tetap aman, damai, dan kondusif. Sekali lagi, saya tegaskan bahwa masyarakat tidak perlu takut kepada polisi. Polisi adalah mitra masyarakat yang hadir untuk membantu dan memberikan perlindungan,” pungkasnya.












