Deteksi Narkotika, Lapas Tobelo Tes Urine Petugas Pemasyarakatan dan WBP

Petugas Sipir dan WBP saat dites urine. Foto: Istimewa

Lapas Kelas IIB Tobelo menggelar kegiatan tes urine dalam rangka mendeteksi dini dan mencegah narkotika di lingkungan Lembaga Pemyasrakatan (Lapas). Pada Kamis 17 September 2026.

Pelaksanaan tes urine ini tidak hanya menyasar para Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) saja, akan tetapi terhadap para petugas sipir.

Kepala Lapas (Kalapas) Kelas IIB Tobelo, Doni Isa Dermawan mengatakan bahwa pemeriksaan bersama Aparat Penegak Hukum (APH) ini dalam rangka deteksi dini dan pencegahan terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban.

“Ini merupakan rangkaian kegiatan pemeriksaan sehingga dilaksanakan tes urine terhadap Pegawai Lapas Kelas IIB Tobelo dan Warga Binaan Pemasyarakatan sebagai bagian dari upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika di lingkungan Lapas,” jelas Doni kepada awak media.

Dikatakannya bahwa pemeriksaan dilaksanakan secara terpadu dengan melibatkan petugas Lapas Kelas IIB Tobelo bersama unsur APH sesuai dengan tugas dan kewenangan masing-masing.

“Sebelum pelaksanaan kegiatan, petugas memberikan arahan kepada Pegawai dan WBP mengenai tata cara pelaksanaan tes urine serta pentingnya menjaga ketertiban dan mengikuti seluruh rangkaian pemeriksaan,” sambungnya.

Ia menyebutkan bahwa pelaksanaan tes urine dilakukan secara tertib dengan tetap memperhatikan prinsip keamanan, ketelitian, kerahasiaan hasil pemeriksaan, serta ketentuan yang berlaku.

“Pemeriksaan terhadap Pegawai dilakukan sebagai bagian dari komitmen Lapas Kelas IIB Tobelo dalam mewujudkan lingkungan kerja yang bersih dari penyalahgunaan narkotika serta memperkuat integritas petugas Pemasyarakatan,” tegasnya.

Sedangkan menurutnya bahwa pemeriksaan terhadap WBP dilaksanakan sebagai bagian dari langkah deteksi dini terhadap kemungkinan penyalahgunaan narkotika di dalam Lapas serta sebagai upaya mendukung pelaksanaan program pembinaan dan menciptakan lingkungan Lapas yang aman dan kondusif.

Dia juga bilang bahwa dalam pelaksanaan kegiatan, petugas bersama APH juga melaksanakan pengawasan dan pemeriksaan terhadap area serta lingkungan Lapas sesuai dengan sasaran kegiatan razia.

“Kegiatan razia dan tes urine bersama APH merupakan bentuk sinergi dan koordinasi antarinstansi dalam rangka memperkuat pencegahan, pengawasan, serta pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika di lingkungan Lapas Kelas IIB Tobelo,” tuturnya.

Lebih lanjut, Doni menyatakan bahwa seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan dengan mengedepankan aspek keamanan, ketertiban, profesionalitas, serta sesuai dengan prosedur yang berlaku.

Adapun hasil pemeriksaan tes urine, Doni menyebut 7 orang Pegawai Lapas Kelas IIB Tobelo dan 12 orang Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), dinyatakan negatif atau tidak mengonsumsi Narkotika.

“Terlaksananya deteksi dini terhadap potensi penyalahgunaan narkotika di lingkungan Lapas ini juga bagian dari terjalinnya sinergi dan koordinasi antara Lapas Kelas IIB Tobelo dengan Aparat Penegak Hukum dalam upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *