Balai Wilayah Sungai (BWS) Maluku Utara membantah miliki proyek pemasangan bronjong dengan nilai kontrak Rp29,5 miliar di tahun 2026.
Proyek pemasangan bronjong di Jembatan Ake Aru yang terletak di Desa Bobisingo, Galela Utara, Halmahera Utara yang dikerjakan BWS Maluku Utara dengan dengan anggaran hanya Rp1,8 miliar.
Lokasi kali aru diduga kuat tidak ada izin untuk aktivitas galian C, namun sebagian material pemasangan bronjong materialnya diambil dari lokasi tersebut dengan dalil membayar ke Desa Bobisingo.
PPK OP SDA I BWS Maluku Utara, Ruslan Rizal kepada wartawan mengatakan, memang waktu kejadian bencana alam banjir yang terjadi di sungai aru menimbulkan gerusan dan pengikisan tanah urugan jembatan.
“Hal ini dikarenakan aliran air sungai yang meluap menghantam langsung area oprit jembatan yang membuat jembatan sungai aru tidak bisa dilalui menuju Tobelo,” jelas Ruslan. Rabu 5 Agustus 2026.
Ruslan menambahkan, dari kejadian tersebut BWS Maluku Utara melalui Satker OP melaksanakan kegiatan penanganan darurat, dengan lingkup normalisasi penanganan alur sungai utama dan pembuatan tanggul tanah pengarah menggunakan material setempat hasil normalisasi sepanjang sepanjang 500 meter.
“Selain itu dilakukan tambahan proteksi bronjong sepanjang 280 meter, yang terbagi menjadi dua bagian yaitu ke hulu oprit jembatan sepanjang 150 meter dan ke hilir oprit sepanjang 130 meter,” ucapnya.
Ruslan menegaskan, total anggaran darurat sebesar Rp1,8 miliar dengan metode swakelola dan kegiatan tersebut sudah selesai pada bulan Mei 2026.
“Maka dari itu informasi yang beredar terkait dengan kegiatan milik BWS Maluku Utara yang sementara ini di laksanakan di sungai Aru dengan anggaran Rp29,5 miliar tidak benar dan ada kekeliruan dalam informasi,” tegasnya.
Untuk material bronjong Ruslan mengakui sebagian dibeli dari luar sebagian ambil dari kali aru, hasil dari normalisasi 500 meter. Karena kegiatan darurat itu dibatasi oleh waktu yang harus cepat di selesaikan.
“Iya pontensi desa (material kali aru) bayar di desa, kalau gak salah 50 ribu 1 M3. Tapi nanti saya tanya saya pe staf di lapangan,” pungkasnya.













