Satreskrim Polres Halmahera Utara, diminta melakukan pemeriksaan terhadap seluruh pemilik pangkalan yang diduga ugal-ugalan menaikan harga minyak secara sepihak.
Pemilik pangkalan diduga menaikan harga diduga kuat karena 3 agen yang ditunjuk Pemda Halmahera Utara untuk menyalurkan minyak itu juga sepihak menaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Minyak Tanah.
Keluhan warga ini telah direspon Polres Halmahera Utara dengan memanggil dan melakukan pemeriksaan terhadap 3 agen. Bahkan ada pejabat Pemda juga ikut diperiksa.
3 agen yang telah dilakukan pemeriksaan tin Unit Tipiter diantaranya, PT. Satria Sejati Pratama dan PT Bumi Makmur Halut dan PT. Halut Patra Utama.
Para agen disebut menaikkan harga jual sebesar Rp500 per liter dari harga normal. Kuota distribusi minyak tanah subsidi di Halmahera Utara mencapai sekitar 820 ton setiap bulan.
Di pangkalan minyak saat ini perliter dinaikan perliter mulai dari Rp7000 hingga Rp9000. Bahkan ada pangkalan di Kecamatan Kao mematok harga Rp10.000 perliter. Kenaikam harga minyak tanah ini membuat masyarakat resah.
Postingan di akun resmi MarahaiNews dengan judul Naikan Harga Minyak Sepihak, Polres Halmahera Utara Periksa 3 Agen itu ditonton sampai 21 ribu, 428 like dan 135 komentar, rata-rata masyarakat keluhkan hal yang sama.
“Kami di kao desa tunuo minyak tanah d pangkalan biasa 1 liter Rp6000 sekarang sudah naik Rp8000 perliter trusss kami hanya dapat per KK 5 liter,” tulis @feodora engini laranga.
Akun @masita mengungkapkan adanya kejanggalan yang dilakukan pemilik pangkalan yang ada di Kota Tobelo yang dianggap tidak adil.
“Minyak tanah di dalam kota tobelo hampir semua harga Rp7000, padahal minyak naik cuman Rp500 rupiah, dari harga Het 4500/liter jadi 5200/liter tapi yang punya pangkalan dong ngotot tara mau jual minyak tanah, dengan harga 5200/liter dong mau jual 6000 sampai 7000/liter,” tulis masita di kolom komentar.
Marahai mencoba menelusuri keluhan tersebut di Kecamatan Tobelo, memang benar ditemukan hal tersebu untuk itu Polres Halmahera Utara diminta melakukan pemeriksaan terhadap seluruh pangkalan di Halmahera Utara.
“Informasi yang beredar itu benar adanya, rata-rata pangkalan menaikan harga tersebut, bahkan ada mayarakat yang dapat hanya 5 liter dalam 1 KK, kalau beli lebih harganya di naikan,” ucap Sahrul. Senin 27 Juli 2026.
Sahrul menambahkan, bahkan ada pangkalan sengaja menaikan harga tersebut, jika masyarakat sekitar pangkalan tidak membeli mereka bisa menjual ke pemilik Speed Boat dan keluar daerah dengan harga yang lebih tinggi.
“Polres Halmahera Utara harus memperketat pengamanan di pintu keluar daerah, pastinya banyak modus yang dilakukan para oknum untuk bisa mengambil keuntungan,” katanya.
Bahkan kata Sahrul, dalam 1 desa ada puluhan pangkalan minyak dengan mendapat kuota minyak tanah yang tidak wajar, tetapi masyarakat masih susah mendapatkan minyak tanah.
“Jangan sampai ada titipan minyak tanah di pangkalan, ada pangkalan yang dapat hanya 600 liter, tetapi yang lain dapat beberapa ton. Polres Halmahera Utara harus selidiki,” pungkasnya.













