Polres Halmahera Timur bersama Pemerintah Daerah (Pemda) dan TNI melaksanakan pertemuan dengan tokoh-tokoh masyarakat Desa Sowoli. Hal ini dilakukan dalam rangka menjaga stabilitas keamanan pasca kejadian di wilayah Kecamatan Patani Barat.
Kegiatan yang berlangsung di wilayah perbatasan Kabupaten Halmahera Timur dan Kabupaten Halmahera Tengah, dihadiri langsung Bupati Halmahera Timur Drs. H. Ubaid Yakub, Kapolres AKBP B. Kusuma Ardiansyah, serta Danbrigif 28/Barifola Kolonel Infanteri Rinto Wijaya.
Pertemuan ini sebagai langkah preventif guna meredam potensi konflik serta memperkuat komunikasi antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat, khususnya di wilayah perbatasan yang memiliki kedekatan sosial dengan masyarakat Kecamatan Patani Barat.
Desa Sowoli sendiri merupakan wilayah perbatasan antara Kabupaten Halmahera Timur dan Kabupaten Halmahera Tengah, di mana masyarakatnya memiliki hubungan kekerabatan dengan warga Kecamatan Patani Barat. Kondisi ini dinilai memerlukan perhatian khusus guna mencegah meluasnya dampak konflik.
Dari hasil pertemuan, para tokoh masyarakat Desa Sowoli menyatakan komitmen bersama untuk tetap menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat agar tetap aman dan kondusif, khususnya di wilayah perbatasan.
Bupati Drs. H. Ubaid Yakub menyampaikan keprihatinan atas kejadian yang terjadi di Patani Barat. Ia mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga persaudaraan dan tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang dapat memperkeruh situasi.
“Pemerintah daerah bersama TNI-Polri berkomitmen penuh untuk menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat. Kami berharap seluruh masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh informasi yang belum tentu benar,” ujar Bupati. Sabtu 4 April 2026.
Sementara itu, Kapolres AKBP Bobby menegaskan bahwa pihak kepolisian, baik dari Polres Halmahera Tengah maupun Polda Maluku Utara, telah mengambil langkah-langkah penanganan secara komprehensif.
“Baik preventif maupun represif sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” tegasnya.
Mantan Kapolres Pulau Morotai ini imbau kepada masyarakat agar menahan diri dan tidak melakukan tindakan yang melanggar hukum, serta mempercayakan sepenuhnya penanganan situasi kepada pihak Kepolisian.
Sementara itu Danbrigif, Kolonel Infanteri Rinto Wijaya menegaskan komitmen TNI bersama Polri untuk terus bersinergi dalam menjaga keamanan wilayah, khususnya di daerah perbatasan. Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap menjaga kondusivitas dan tidak terpengaruh oleh provokasi yang dapat memicu konflik lanjutan.










