Polres Halmahera Utara, Maluku Utara, menperbolehkan masyarakat untuk menggelar euforia pawai Piala Dunia dengan catatan yang tidak bisa ditawar. Masyarakat diminta untuk taat.
Satu syarat yang diberikan Kapolres Halmahera Utara AKBP Erlichson Pasaribu adalah saat adanya pawai harus ada bendera Indonesia yang lebih besar dari pada negara lain yang dijagokan masyarakat.
“Saya persilakan pawai dalam rangka Piala Dunia, tapi satu syarat saya, dalam pawai harus ada 1 bendera Indonesia yang lebih besar dari bendera negara lain. Jika tidak, maka saya tidak izinkan pawai,” tegas Erlichson. Senin 8 Juni 2026.
Erlicson menambahjan, syarat tersebut dimaksudkan untuk menjaga semangat kebangsaan dan memastikan simbol negara tetap menjadi yang utama dalam setiap kegiatan di Bumi Hibualamo.
“Selain itu saya ingatkan agar pawai tidak mengganggu arus lalu lintas dan tetap berkoordinasi dengan kepolisian,” ucapnya.
Erlicson mempersilakan masyarakat mengekspresikan dukungan untuk tim favorit, tapi jangan sampai melupakan identitas sebagai bangsa Indonesia.
“Bendera Merah Putih harus dihormati dan ditampilkan paling menonjol,”katanya.
Mantan Kapolres Halmahera Barat ini mengingatkan panitia pawai untuk berkoordinasi lebih awal dengan Polres Halut terkait rute, waktu, dan pengamanan.
“Langkah itu dinilai penting agar kegiatan berjalan tertib, aman, dan tidak menimbulkan gangguan bagi pengguna jalan lain,” pungkasnya.














