Pangdam Pattimura Tinjau Evakuasi Korban Erupsi Gunung Dukono‎‎

Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi satu korban erupsi Gunung Dukono pada Sabtu, 9 Mei 2026, sekitar pukul 14.20 WIT. Korban berinisial AKP alias Engel ditemukan meninggal dunia di dekat area kawah gunung.

‎‎Proses evakuasi berlangsung di tengah cuaca buruk dan aktivitas vulkanik yang masih terjadi. Tim SAR gabungan harus melewati medan berat, hujan, serta hujan abu vulkanik untuk mencapai lokasi korban.‎‎

Pangdam XV/Pattimura Dody Triwinarto turut hadir dalam proses evakuasi jenazah menuju Pos Pemantau Gunung Dukono di Desa Mamuya, Kecamatan Galela.‎‎ Menurut Dody, operasi pencarian dan evakuasi menghadapi berbagai kendala akibat kondisi alam yang berbahaya.

Ia mengatakan letupan dan hujan abu vulkanik masih terus terjadi di kawasan puncak Gunung Dukono.‎‎

“Dari berbagai informasi yang kami terima, proses evakuasi memang tidak berjalan mulus. Karena itu, pada pencarian hari ketiga besok kami akan menambah personel untuk mencari dua korban lainnya yang belum ditemukan,” kata Dody dalam konferensi pers.‎‎

Ia menjelaskan perjalanan menuju lokasi pencarian memerlukan waktu sekitar delapan hingga sepuluh jam karena kondisi jalur yang sulit dan cuaca yang tidak menentu.‎‎

“Besok kami akan menyusun strategi baru agar dua korban yang titiknya sudah diketahui bisa dievakuasi sekaligus,” ujarnya.‎‎

Dody menegaskan operasi evakuasi memiliki risiko tinggi karena aktivitas vulkanik Gunung Dukono masih berlangsung.‎‎

“Kami yang tergabung dalam Tim SAR gabungan, baik TNI, Polri, Pemda maupun Basarnas, bertanggung jawab penuh atas proses evakuasi yang sedang dilaksanakan,” katanya.‎‎

Sementara itu, Bupati Halmahera Utara Piet Hein Babua mengatakan pemerintah daerah akan menyiapkan kebutuhan logistik untuk mendukung operasi pencarian dan evakuasi korban.

‎‎Menurut Piet, tujuh warga negara Singapura yang selamat telah difasilitasi pemerintah daerah dan dipulangkan ke Ternate pada Sabtu sebelum melanjutkan perjalanan ke Jakarta.‎‎

“Seluruh korban selamat sebelumnya telah mendapat perawatan medis di RSUD Tobelo. Dari hasil pemeriksaan, mereka hanya mengalami luka ringan dan diperbolehkan menjalani rawat jalan,” ujar Piet.‎‎

Ia mengatakan pemerintah daerah juga melakukan investigasi terhadap rombongan pendaki asal Singapura tersebut. Hasil sementara menunjukkan para pendaki memasuki wilayah Halmahera Utara tanpa melapor kepada pemerintah daerah maupun pihak imigrasi, dan hanya didampingi pemandu lokal.‎‎

Piet menambahkan Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara sebelumnya telah mengeluarkan larangan pendakian Gunung Dukono sejak 17 April 2025.

Dalam surat tersebut, aktivitas pendakian ditutup sementara dan masyarakat dilarang beraktivitas dalam radius empat kilometer dari kawah gunung.‎‎Kepala Basarnas Maluku Utara Iwan Ramdani mengatakan Sabtu ini merupakan hari kedua pencarian tiga korban erupsi Gunung Dukono.‎‎

“Alhamdulillah, pada pencarian hari kedua Tim SAR gabungan berhasil menemukan satu korban. Namun identitas jenazah masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut di RSUD Tobelo,” kata Iwan.

‎‎Ia menambahkan titik keberadaan dua korban lainnya telah diketahui. Namun proses evakuasi belum dapat dilakukan karena erupsi dan letupan Gunung Dukono masih terus terjadi.‎‎

Dalam operasi pencarian tersebut, tim SAR gabungan turut dibantu warga setempat. Dua warga yang pertama kali menemukan jenazah korban diketahui bernama Kiril Tatambani dan Rustamani.

‎‎Menurut keduanya, saat ditemukan sebagian besar tubuh korban telah tertimbun abu vulkanik dan hanya sebagian kecil bagian belakang tubuh yang masih terlihat di permukaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *