‎Kebun SAE Lapas Tobelo Jadi Sarana Pembinaan dan Ketahanan Pangan‎


‎Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tobelo terus mengembangkan program pembinaan kemandirian bagi warga binaan melalui sektor pertanian. Salah satu kegiatan yang rutin dilakukan ialah perawatan tanaman tomat di kebun SAE Lapas Tobelo, Senin (11/5/2026).

‎Program tersebut menjadi bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan sekaligus membekali warga binaan dengan keterampilan bertani yang dapat dimanfaatkan setelah kembali ke masyarakat.

‎Dalam kegiatan perawatan tanaman tomat, warga binaan melakukan sejumlah tahapan, mulai dari pembersihan lahan hingga pengikatan batang tanaman agar tetap tegak dan terhindar dari kerusakan.

‎Pembersihan lahan dilakukan untuk memastikan area kebun tetap kondusif bagi pertumbuhan tanaman, sementara pengikatan batang bertujuan menopang tanaman agar tidak roboh, mencegah buah menyentuh tanah, serta memudahkan proses perawatan dan panen.

‎Lahan pertanian yang digunakan merupakan area kosong di luar lingkungan Lapas Tobelo yang telah diolah agar siap ditanami. Seluruh proses perawatan dilakukan di bawah pengawasan petugas bimbingan kerja guna memastikan tanaman tumbuh optimal dan terlindung dari serangan hama.

‎Kepala Lapas Kelas IIB Tobelo, Donni Isa Dermawan, mengatakan program pertanian tersebut menjadi bagian dari pembinaan kemandirian sekaligus mendukung ketahanan pangan berkelanjutan.

‎“Hasil panen tidak hanya dimanfaatkan untuk konsumsi internal, tetapi juga dapat dijual kepada masyarakat sekitar apabila jumlahnya berlebih,” ujar Donni.

‎Menurut dia, program tersebut diharapkan mampu meningkatkan keterampilan warga binaan sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi lapas dan masyarakat sekitar.

‎Ke depan, Lapas Tobelo berencana terus mengembangkan sektor pertanian sebagai bagian dari pembinaan warga binaan agar lebih mandiri setelah menyelesaikan masa pidana.

Penulis: TimEditor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *