‎Dua Pendaki Asal Singapura Korban Erupsi Gunung Dukono Ditemukan Meninggal

Dua pendaki warga negara Singapura yang dilaporkan hilang saat erupsi Gunung Dukono di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia oleh Tim SAR gabungan, Minggu (10/5/2026).

‎Berdasarkan sebuah video yang beredar kedua korban ditemukan di area sekitar puncak Gunung Dukono sekitar pukul 11.20 WIT setelah tim melakukan pencarian intensif sejak hari pertama kejadian.

‎Sebelumnya, titik koordinat keberadaan korban telah diketahui sejak sehari sebelumnya oleh Tim SAR gabungan bersama warga setempat. Memasuki hari ketiga pencarian, tim bergerak menuju lokasi yang dicurigai dan menemukan jasad kedua korban tertimbun material vulkanik.

‎Sementara berdasarkan informasi yang dihimpun MarahaiNews, proses evakuasi berlangsung dramatis di tengah cuaca ekstrem dan aktivitas vulkanik yang masih tinggi. Tim SAR harus menggali pasir dan abu vulkanik untuk mengevakuasi jasad korban.

‎Kondisi korban dilaporkan sudah tidak utuh akibat terpapar material panas dan ganasnya erupsi Gunung Dukono.

‎Video singkat yang beredar itu memperlihatkan personel SAR bersama warga berjibaku melakukan proses evakuasi di tengah kabut tebal dan hujan deras di kawasan puncak gunung.

‎Hingga saat ini, proses evakuasi seluruh jasad korban masih terus berlangsung. Tim gabungan menghadapi sejumlah kendala, mulai dari medan yang berat, cuaca buruk, hujan deras, kabut tebal, hingga erupsi yang masih terjadi di sekitar lokasi penemuan.

‎Kedua korban sebelumnya dilaporkan hilang saat erupsi Gunung Dukono terjadi pada Jum’at (8/5/2026).

‎Sampai berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Basarnas maupun Pos Pengamatan Gunung Dukono terkait identitas lengkap korban serta kronologi detail penemuan tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *