SPPG Polres Ternate Jadi Pilot Project Terbaik, Kapolda Malut: Mudah-Mudahan Bisa Dipertahankan‎‎

Kapolda Maluku Utara, Irjen Pol Arif Budiman (Foto: MarahaiNews)

TERNATE – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polres Ternate mendapat perhatian khusus setelah dinilai memiliki standar pengelolaan terbaik untuk wilayah Indonesia Timur.‎‎

Kapolda Maluku Utara Irjen Pol Arif Budiman mengatakan, dari tujuh SPPG yang direncanakan di lingkungan jajaran Polda Maluku Utara, saat ini baru empat yang telah beroperasi.‎‎

SPPG Polres Ternate menjadi salah satu yang dijadikan pilot project karena dinilai memiliki standar pengelolaan yang baik berdasarkan penilaian Mabes Polri untuk wilayah Indonesia Timur.‎‎

“Ini menjadi pilot project karena standarnya dinilai yang terbaik pengelolaannya oleh penilaian dari Mabes Polri untuk wilayah Indonesia Timur,” kata Arif saat diwawancarai wartawan. Jum’at (14/8/2026).

‎‎Menurut dia, capaian tersebut diharapkan tidak berhenti pada penghargaan semata. Pengelolaan SPPG Polres Ternate harus mampu dipertahankan sekaligus menjadi contoh bagi SPPG lain yang nantinya beroperasi di Maluku Utara.

‎‎“Mudah-mudahan ini bisa kita pertahankan. Mungkin juga SPPG yang lain bisa mengikuti jejak dari SPPG Polres Ternate,” ujarnya.‎‎

Belum Bisa Layani Semua Sekolah

‎‎Di tengah penilaian positif tersebut, SPPG Polres Ternate masih memiliki keterbatasan dalam memperluas cakupan pelayanan.‎‎ Sejumlah sekolah di Kota Ternate diketahui belum mendapatkan layanan dari SPPG tersebut.

Kapolda menjelaskan, kondisi itu bukan semata-mata karena keterbatasan pengelola, melainkan adanya ketentuan dari Badan Gizi Nasional (BGN) terkait radius dan kapasitas penerima manfaat.‎‎

“BGN membatasi radiusnya, dibatasi kemudian kapasitas. Sehari cuma 2.364, tidak boleh lebih karena sudah standar dari BGN,” jelasnya.

‎‎Dengan ketentuan tersebut, SPPG Polres Ternate tidak dapat menambah penerima manfaat di luar kapasitas yang telah ditetapkan.‎‎Sekolah-sekolah yang berada di luar jangkauan pelayanan nantinya diharapkan dapat dilayani oleh SPPG lain yang akan ditentukan berdasarkan kebijakan BGN.‎‎

“Untuk sekolah-sekolah yang lainnya yang di luar jangkauan ini mungkin ada SPPG lain yang akan melayani. Nanti BGN yang akan menentukan kualitas dan layanannya,” kata Arif.‎‎

Kapolda menegaskan, kepolisian tidak dapat mengambil alih seluruh kebutuhan pelayanan apabila harus melampaui batas yang telah ditetapkan regulator.‎‎“Kalau kita backup semua kan menyalahi aturan,” ujarnya.‎‎

Berharap SPPG Lain Ikuti Jejak Ternate‎‎Arif berharap keberhasilan SPPG Polres Ternate dapat menjadi standar bagi SPPG lain yang sedang dipersiapkan di Maluku Utara.‎‎

Namun, pengembangan SPPG baru tetap menunggu kebijakan dan regulasi BGN, termasuk penentuan lokasi, kapasitas dan cakupan penerima manfaat.

‎‎“Kami berharap semuanya bisa mengikuti jejak yang sudah ada, tetapi sekarang regulasinya lebih tertib dan dibatasi. Jadi kami tetap bergantung kepada kebijakan dari BGN untuk menindaklanjuti Polres-Polres lain yang belum punya SPPG,” pungkasnya.‎‎

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *