TERNATE – Momen nonton bareng (nobar) Final Piala Dunia 2026 di Kota Ternate, Senin (20/7/2026) dini hari, tak hanya dipenuhi antusiasme pecinta sepak bola. Sejumlah warga memanfaatkan keramaian tersebut untuk menyampaikan aspirasi terkait rencana pinjaman Pemerintah Provinsi Maluku Utara sebesar Rp1 triliun.
Di sela berlangsungnya laga final yang mempertemukan Spanyol dan Argentina, beberapa peserta membentangkan spanduk bertuliskan “Tolak Peminjaman Rp1 Triliun Pemerintah Provinsi Maluku Utara.”
Aksi itu dilakukan secara damai di tengah ribuan warga yang memadati lokasi nobar. Menurut penyelenggara, kegiatan tersebut dihadiri puluhan ribu masyarakat yang menyaksikan pertandingan puncak Piala Dunia 2026.
Peserta aksi menyatakan pembentangan spanduk merupakan bentuk penyampaian pendapat terhadap rencana pinjaman daerah yang dinilai perlu disampaikan secara terbuka kepada publik.
Mereka berharap pemerintah memberikan penjelasan mengenai urgensi pinjaman, pemanfaatan anggaran, serta dampaknya terhadap kondisi keuangan daerah di masa mendatang.
Menurut mereka, ruang publik dapat menjadi sarana menyampaikan aspirasi selama dilakukan secara tertib dan tidak mengganggu jalannya kegiatan utama.
Meski diwarnai aksi penyampaian pendapat, suasana nobar tetap berlangsung kondusif. Masyarakat tetap menikmati jalannya pertandingan hingga usai, sementara aksi pembentangan spanduk berlangsung singkat tanpa mengganggu ketertiban umum.
Peristiwa tersebut menunjukkan bahwa ruang-ruang publik tidak hanya menjadi tempat berkumpul untuk menikmati hiburan, tetapi juga dimanfaatkan sebagian warga sebagai wadah menyampaikan aspirasi terhadap kebijakan yang dinilai berdampak bagi masyarakat luas.
Nobar Final Piala Dunia di Ternete Diwarnai Spanduk Tolak Pinjaman Rp1 Triliun













