Kapolda Maluku Utara Brigjen Pol. Arif Budiman, menegaskan taklimat akhir audit kinerja Itwasda tidak semata-mata bertujuan mencari kesalahan, Selasa 9 Juli 2026.
Hal ini ditegaskan jenderal satu bintang saat menutup kegiatan taklimat akhir audit kinerja tahap I aspek perencanaan dan pengorganisasian tahun anggaran 2026.
Dalam kegiatan itu Wakapolda Maluku Utara Brigjen Pol. Stephen M. Napiun, seluruh Pejabat Utara Polda serta para kapolres yang mengikuti secara langsung maupun melalui sarana daring.
Taklimat akhir ini menjadi momentum pembenahan secara nyata dan berkelanjutan sehingga mampu meningkatkan kualitas perencanaan, pengorganisasian, penggunaan anggaran, serta pelayanan Polri kepada masyarakat.
Brigjen Pol. Arif Budiman dalam sambutanya menegaskan audit kinerja merupakan bagian penting dalam sistem pengawasan internal Polri.
“Audit tidak semata-mata bertujuan mencari kesalahan, melainkan menjadi sarana evaluasi, pembinaan, dan perbaikan tata kelola organisasi agar setiap program, kegiatan, serta penggunaan anggaran dapat berjalan efektif, efisien, transparan, dan akuntabel,” ucapnya.
Arif menjelaskan, audit kinerja tahap I ini berfokus pada aspek perencanaan dan pengorganisasian sebagai fondasi utama keberhasilan pelaksanaan tugas Polri.
“Perencanaan yang baik, akan menghasilkan arah kebijakan yang jelas, sasaran terukur, serta penggunaan anggaran yang tepat,” ucapnya.
Arif bilang, pengorganisasian yang baik memastikan pembagian tugas, tanggung jawab, dan pemanfaatan sumber daya berjalan optimal.
Setiap kepala satuan kerja dan satuan wilayah agar memastikan perencanaan program dan anggaran disusun berdasarkan kebutuhan riil, didukung data akurat, serta berorientasi pada pelayanan kepada masyarakat.
“Selain itu, mekanisme koordinasi dan pengendalian internal juga harus berjalan tertib dan efektif,” akunya.
Momentum pengawasan dan pemeriksaan (wasrik) tahap I ini harus dimanfaatkan sebagai sarana evaluasi dan perbaikan kinerja organisasi, bukan sekadar kegiatan seremonial.
“Saya berharap Irwasda beserta jajaran dapat menjadi mitra konsultatif bagi satker dan satwil dalam mewujudkan tata kelola organisasi yang lebih baik,” pintanya.
Selain itu dirinya juga mengapresiasi jajaran Irwasda Polda Maluku Utara beserta seluruh tim audit atas pelaksanaan tugas yang dinilai profesional, objektif, dan konstruktif. Ia turut mengucapkan terima kasih kepada seluruh satker dan satwil atas dukungan selama proses audit berlangsung.
“Optimalisasi peran kepala satuan dalam melaksanakan pengawasan melekat pada setiap tahapan kegiatan, menghindari temuan berulang melalui perbaikan berkelanjutan, serta membangun budaya kerja yang tertib, transparan, akuntabel, dan berintegritas,” pungkasnya.














