‎Cerita Pemandu soal Dua Pendaki Tertimpa Batu saat Erupsi Gunung Dukono

Satuan Reserse Kriminal Polres Halmahera Utara memeriksa seorang pemandu pendakian terkait insiden erupsi Gunung Dukono yang menyebabkan tiga pendaki dilaporkan meninggal dunia dan belum ditemukan.‎‎

Tiga korban tersebut terdiri dari dua warga negara asing asal Singapura, yakni Heng Wen Qiang Timothy dan Shahin Muhrez Bin Abdul Hamid, serta satu warga negara Indonesia bernama Enjel.‎‎

Dalam pemeriksaan yang videonya beredar di media sosial, pemandu mengaku melihat langsung dua pendaki asing tertimpa batu besar saat erupsi terjadi di sekitar puncak gunung.‎‎

“Saya melihat mereka berdua tertimpa batu besar. Kalau Enjel saya sudah tidak perhatikan,” kata pemandu saat diperiksa penyidik.‎‎

Ia mengatakan batu yang menimpa korban berukuran besar dan masih dalam kondisi panas karena baru terlontar dari kawah akibat erupsi.

Menurut dia, posisi batu berada tepat di atas bahu korban.‎‎“Batu besar sekali, Pak. Walaupun saya tidak mengecek denyut nadi, saya yakin mereka meninggal karena saya berdiri tepat di depan korban,” ujarnya.

‎‎Pemandu itu juga mengaku sempat berlindung di balik batu besar ketika material vulkanik terus terlontar dari kawah. Setelah situasi memburuk, sebagian pendaki berusaha turun meninggalkan lokasi.‎‎

“Yang lain lari ke bawah untuk turun, saya lari ke atas ke arah puncak untuk melihat korban lain,” katanya.‎‎

Secara terpisah, Kapolres Halmahera Utara Erlichson Pasaribu mengatakan penyidik masih mendalami kasus tersebut, termasuk memeriksa keterangan pemandu dan para saksi lainnya.‎‎

Menurut dia, berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, pemandu diduga sengaja membawa rombongan wisatawan mendekati kawah meski area dalam radius 4 kilometer telah ditutup karena status aktivitas gunung berada pada level Waspada.‎‎

“Kami sedang mendalami kasus ini. Jika terbukti ada unsur kelalaian yang menyebabkan korban jiwa, maka pemandu bisa dijerat pidana. Saat ini masih dalam proses penyelidikan,” kata Erlichson.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *