Seleksi Akpol 2026 di Polda Malut Gunakan CAT, 38 Peserta Lolos Tahap Psikologi‎‎

MarahaiNews, id – Kepolisian Daerah Maluku Utara (Polda Malut) melaksanakan tahapan seleksi penerimaan calon Taruna Akademi Kepolisian (Akpol) Tahun Ajaran 2026 melalui metode Computer Assisted Test (CAT) Psikologi. Kegiatan tersebut digelar pada Sabtu (25/4/2026) di SMAN 10 Kota Ternate dan SMPN 7 Kota Ternate.‎‎

Seleksi ini merupakan bagian dari rangkaian Penerimaan Terpadu Polri TA 2026 yang bertujuan menjaring calon perwira dengan kompetensi serta integritas unggul.

Sebanyak 52 peserta mengikuti tes tersebut, terdiri dari 47 laki-laki dan 5 perempuan.‎‎Dalam pelaksanaannya, peserta menjalani serangkaian tes CAT Psikologi untuk mengukur aspek kepribadian, kecerdasan, hingga kesiapan mental.

Hasilnya, sebanyak 38 peserta dinyatakan memenuhi syarat (MS), masing-masing 34 laki-laki dan 4 perempuan. Sementara 14 peserta lainnya dinyatakan tidak memenuhi syarat (TMS).‎‎

Kepala Biro SDM Polda Maluku Utara, Kombes Pol. Ali Wardana, menyampaikan bahwa seluruh tahapan seleksi dilakukan secara transparan dan objektif. Proses dimulai dari apel pengecekan peserta, penandatanganan absensi, pembagian laboratorium, hingga konfigurasi perangkat komputer yang digunakan.‎‎

“Seluruh rangkaian kegiatan juga terintegrasi secara nasional melalui sambungan zoom meeting, termasuk audit perangkat, pengecekan kesiapan panitia daerah, serta penyerahan materi tes oleh pengawas internal,” jelasnya.‎‎

Usai pelaksanaan tes, panitia turut memberikan layanan konseling dan motivasi kepada peserta sebagai bentuk pembinaan dalam menghadapi tahapan berikutnya.‎‎

Secara terpisah, Kabid Humas Polda Malut, Kombes Pol. Wahyu Istanto Bram W., menegaskan bahwa proses seleksi dilaksanakan secara profesional dengan mengedepankan prinsip BETAH, yakni Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis.

‎‎“Prinsip BETAH menjadi pedoman utama dalam setiap tahapan seleksi. Kami memastikan tidak ada praktik kecurangan serta memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh peserta untuk bersaing secara sehat dan objektif,” ujarnya.

‎‎Ia menambahkan, penggunaan sistem CAT menjadi wujud komitmen Polri dalam menghadirkan proses seleksi yang modern, terbuka, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *