Tidak ada Perhatian Pemkot, Masyarakat Patungan Buat Drainase Sepanjang 40 Meter

Pemerintah Kota Ternate, Maluku Utara, seakan tutup mata terhadap masyarakat Kelurahan Jati, Ternate Selatan. Alhasil masyarakat patungan untuk membuat drainase.

Tak hanya itu sebelum bulan Suci Ramadhan, masyarakat patungan dan gotong royong menampal jalan yang berlubang.

Kini drainase sepanjang 40 meter dengan lebar 80cm dengan kedalaman 60cm itu terletak di RT 006 RW 003 itu mulai dikerjakan.

Hasil patungan dari warga mulai dari Rp50 sampai Rp100 ribu. Bahkan ada warga yang menanggung 200 sak semen dan membayar sewa Eksavator dan mobil dum truk.

Selain itu ada juga sumbangan pasir dan baru dari warga RT 009. Nantinya gotong royong antara RT 006 dan RT 009 gotong royong tuntaskan drainase.

Sesuai pantauan wartawan, satu unit exavator mini dan sejumlah mobil dum truk yang disewa warga mulai dikerjakan.

Salah satu pemuda, Akbar Rasid kepada wartawan pekerjaan yang baru mulai dikerjakan ini merupakan swadaya masyarakat sekitar.

“Ini swadaya masyarakat membuat drainase sendiri, dana patungan yang telah terkumpul akan dipakai untuk pengerjaan drainase,” ucap Akbar. Rabu 29 April 2025.

Akbar menambahkan, drainese yang mulai digali gunakan ekxavator mini itu rencananya sepanjang 40 meter. Kini lubang drainese telah tuntas dikerjakan tinggal menunggu material batu, pasir dan semen.

“Ini murni dari masyarakat, tidak ada dari Pemerintah,” tegasnya.

Akbar bilang, langkah ini dilakukan masyarakat, karena setiap hujan lebat, selalu saja air dari batas drainese tumpa ke jalan. Pastinya sampah juga ikut berhamburan dijalan raya.

“Sudah lama pak RT usulkan melalui Musrembang di Kelurahan. Namun tidak ada titik terang, sehingga masyarakat memilih patungan untuk buat drainese,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *