MarahaiNews, id– Asosiasi Pemuda Pelajar Mahasiswa (AMPP) Tobelo Galela Malifut Morotai Loloda Kao (TOGAMMOLOKA) Maluku Utara terus menggencarkan program pendidikan di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil.
Kali ini, kegiatan tersebut dilaksanakan di Desa Galo-Galo, Kecamatan Morotai Selatan, Kabupaten Pulau Morotai, Jumat (3/4/2026).
Program ini menjadi bagian dari upaya mendorong pemerataan pendidikan, khususnya di daerah yang masih sulit dijangkau oleh kebijakan pemerintah.
Ketua AMPP TOGAMMOLOKA Maluku Utara, Muhammad Iram Galela, menegaskan bahwa sektor pendidikan menjadi perhatian utama di bawah kepemimpinannya. Menurutnya, kemajuan daerah sangat bergantung pada kualitas sumber daya manusia (SDM).
“Keprihatinan terhadap kondisi pendidikan di daerah menjadi alasan utama kami bergerak. Pembangunan daerah tidak bisa dilepaskan dari penguatan SDM,” ujarnya.
Ia menjelaskan, meski saat ini program yang dijalankan masih berfokus pada pendidikan nonformal, hal tersebut merupakan bentuk nyata kontribusi organisasi dalam mendukung kemajuan pendidikan di Maluku Utara.
AMPP TOGAMMOLOKA, lanjut Iram, berkomitmen memperluas jangkauan program ke berbagai wilayah di Maluku Utara.
“Kami akan melakukan roadshow ke 10 kabupaten/kota di Maluku Utara yang dinilai membutuhkan sentuhan program pendidikan pesisir dan pulau-pulau kecil,” katanya.
Senada dengan itu, Ketua Departemen Pendidikan AMPP TOGAMMOLOKA Maluku Utara, Suwarno A. Djabar, menilai bahwa potensi daerah, khususnya di Pulau Morotai, tidak hanya terletak pada sektor sumber daya alam seperti pariwisata, tetapi juga pada pengembangan SDM sejak dini.
“Desa Galo-Galo memiliki potensi yang besar. Keindahan alamnya harus diimbangi dengan kualitas SDM yang mampu mendorong kemajuan daerah melalui pendidikan,” ujarnya.
Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) sebagai bentuk komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas pendidikan di wilayah terluar Maluku Utara.
Melalui program ini, diharapkan anak-anak di daerah pesisir dan pulau kecil dapat memperoleh akses pendidikan yang lebih baik, sejalan dengan upaya pemerintah dalam mengatasi buta aksara, stunting, serta tantangan degradasi pendidikan di wilayah terluar Indonesia.














