Pemukulan Picu Bentrok Antarwarga di Galela Barat, Polisi Temukan Airsoftgun

Aparat Gabungan temukan airsoftgun usai insiden bentrok antar warga di Galela Barat (Istimewa)

MarahaiNews, id– Aksi pemukulan terhadap seorang pemuda asal Desa Kira, Kecamatan Galela Barat, Kabupaten Halmahera Utara, memicu bentrokan antarwarga dengan Desa Duma, Senin (31/3/2026) malam.

Kapolres Halmahera Utara, AKBP Erlichson Pasaribu, mengatakan pihaknya langsung mengerahkan personel gabungan untuk mengendalikan situasi yang sempat memanas.

“Begitu menerima laporan, kami langsung turun ke lokasi. Situasi saat itu sudah terjadi aksi saling lempar antarwarga,” ujar Erlichson.

Insiden bermula sekitar pukul 21.21 WIT, saat aparat Polsek Galela menerima laporan adanya pemukulan terhadap korban bernama Naufal Bajak, yang diduga dilakukan oleh oknum pemuda Desa Duma.

Berdasarkan keterangan korban, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 17.30 WIT. Saat melintas di Desa Duma usai hendak memangkas rambut di Desa Gotalamo, korban tiba-tiba dihampiri dan dipukul menggunakan ban motor bekas.

Korban kemudian melarikan diri ke arah Desa Kira, namun sempat dilempari batu oleh sekelompok pemuda hingga mengenai bagian punggungnya. Peristiwa ini memicu kemarahan warga dan berujung pada konsentrasi massa.

Sekitar pukul 20.30 WIT, situasi semakin memanas setelah terjadi aksi saling lempar di perbatasan kedua desa. Bentrokan pun tak terhindarkan, disertai lemparan batu, dugaan bom molotov, hingga tembakan menggunakan senapan angin.

Aparat gabungan dari Polri dan TNI dikerahkan secara bertahap untuk meredam konflik. Mulai dari personel Sabhara, Brimob, hingga dukungan TNI diterjunkan ke lokasi.

Dalam proses pengamanan dan penyisiran, aparat mengamankan sejumlah warga yang membawa senjata tajam seperti parang dan katapel.

Selain itu, polisi juga menemukan satu unit airsoftgun jenis Glock 19 lengkap dengan amunisi. Senjata tersebut diduga digunakan dalam bentrokan.

“Airsoftgun tersebut sudah kami amankan. Saat ini kami masih mendalami asal-usul dan penggunaannya,” kata Kapolres.

Dari hasil penelusuran sementara, airsoftgun tersebut diketahui milik seorang oknum anggota TNI dan diduga dipinjamkan kepada kerabatnya yang masih berstatus pelajar.

Aparat juga melakukan penggeledahan di rumah warga dan menemukan sejumlah barang bukti lain berupa senapan angin, komponen senjata, serta minuman keras tradisional.

Hingga Selasa pagi, situasi di perbatasan Desa Kira dan Desa Duma dilaporkan telah kondusif. Meski demikian, aparat gabungan masih disiagakan guna mengantisipasi potensi konflik susulan.

Kapolres menegaskan bahwa pihaknya masih terus melakukan penyelidikan, termasuk mengungkap pelaku utama pemukulan yang menjadi pemicu bentrokan.

“Kami akan proses sesuai hukum yang berlaku dan memastikan situasi tetap aman,” ujarnya.

Diduga, insiden ini merupakan bagian dari rangkaian aksi balas dendam atas kejadian sebelumnya.

Penulis: TimEditor: Redaksi MarahaiNews

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *