MarahaiNews, id- Anggota DPRD Maluku Utara, Aksandri Kitong buka suara soal ramainya tangkapan layar di grup whatsaApp DPC Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Halmahera Utara.
Sekitar 3 tangkapan layar yang ramai dibagikan di Media Sosial (Medsos). Salah satunya ajakan untuk saling membunuh, rupanya pernyataan Aksandri ditujukan ke salah satu kader GAMKI.
Karena saat Aksandri mencoba membuat situasi Kondusif paska kasus penghadangan pawai takbiran, rupanya bertolak belakang dengan salah satu anggotanya.
Aksandiri mengungkapkan permohonan maaf kepada masyarakat atas kegaduhan yang terjadi. Tetapi menurutnya hal ini tidak ditujukan kepada umat agama tertentu, tetapi kepada internal GAMKI yang menentang dirinya ketika mengambil langkah untuk menjaga Kamtibmas.
“Saya mengucapkan permohonan maaf kepada masyarakat atas kegaduhan yang terjadi. Soal kata ‘Baku Bunuh Sudah’ itu saya sampaikan ke anggota GAMKI atas nama Ian,” jelas Aksandri. Senin 30 Maret 2026.
Aksandiri menambahkan, dirinya diserang secara pribadi oleh Ian lalu keluar dari Group WhasApp. Naik pitam dirinya dengan spontan mengajak Ian untuk Baku Bunuh.
“Perkaraan saya di WhatsApp grup dibuang ke publik yang akhirnya publik salah menafsirkan pesan itu,” sesalnya.
Aksandri bilang, sementara bahasa ‘Supaya dong tahu bahwa tong me so siap’ itu adalah bahasa bahwa GAMKI Halmahera Utara sudah siap untuk turun Aksi Damai pada hari ini.
Karena secara bersamaan Front Pemuda Muslim Tobelo juga akan melakukan aksi damai, sehingga Aksandiri meminta Sekretaris GMKI untuk memberitahu bawah pihaknya juga sudah siap aksi damai secara bersama-sama.
“Kasih tau ke mereka kita juga sudah siap, untuk sama-sama aksi damai,” akunya.Politisi Muda dari Demokrat ini menambahkan, sementara pernyataan tentang tidak usah untuk hadir kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh Wakil Bupati Dr. Kasman Hi. Ahmad itu merupakan bentuk kekecewaan.
“Pada hari Sabtu, GAMKI bersepakat untuk ketenu dengan Ayah Kasman, dengan tujuan untuk difasilitasi bertemu dengan Front Pemuda Muslim Tobelo, tetapi upaya komunikasi itu tidak di hiraukan. Untuk itu saya bersikap kepada teman-teman GAMKI tidak boleh hadir di acara buku, karena beliau tidak respon ketika organisasi mau ketemu,” pungkasnya.














