MarahaiNews.id, – Tim SAR Gabungan dikerahkan untuk melakukan pencarian terhadap seorang lansia wanita bernama Halimah (70) yang dilaporkan hilang di hutan Desa Gandasuli, Kecamatan Bacan Selatan, Kabupaten Halmahera Selatan. Korban diduga tersesat setelah pergi ke hutan pada Rabu (19/2) sore.
Berdasarkan laporan yang diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Ternate, Halimah meninggalkan rumah menuju arah hutan sekitar pukul 16.30 WIT.
Pihak keluarga mulai merasa cemas setelah korban tak kunjung kembali hingga menjelang petang. “Korban diketahui dalam kondisi kesehatan yang sudah pikun. Anak korban baru menyadari ibunya belum pulang sekitar pukul 18.00 WIT,” ujar Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor SAR Ternate, Ferdinando J. Rugebret, dalam keterangannya yang diterima redaksi MarahaiNews.id, Kamis (26/2/2026).
Upaya pencarian mandiri sempat dilakukan oleh pihak keluarga bersama masyarakat setempat, namun tidak membuahkan hasil. Kepala Desa Gandasuli kemudian melaporkan kejadian ini ke Unit Siaga SAR (USS) Halsel untuk meminta bantuan pencarian.
Ia menambahkan, Tim SAR Gabungan yang tiba di kediaman korban segera melakukan koordinasi dengan pihak keluarga. Informasi terakhir menyebutkan bahwa korban sempat terlihat di area kebun warga pada titik koordinat 0°40’56.98″S 127°28’51.65″E.
Namun, operasi pencarian pada Rabu malam terpaksa dihentikan sementara karena faktor cuaca yang tidak mendukung. “Hingga pukul 19.15 WIT, lokasi pencarian diguyur hujan lebat. Kondisi ini tidak memungkinkan tim untuk melanjutkan penyisiran karena faktor keselamatan,” lanjut Ferdinando.
Operasi SAR dijadwalkan kembali dilanjutkan pada hari berikutnya mulai pukul 07.00 WIT sesuai dengan rencana operasi yang telah disusun.
Sejumlah unsur terlibat dalam operasi pencarian ini, di antaranya Personel USS Halsel, BPBD Halmahera Selatan, Polres Halmahera Selatan, Kodim 1509/Labuha dan Keluarga korban dan masyarakat Desa Gandasuli.
Masyarakat setempat diimbau untuk memberikan informasi sekecil apa pun kepada pihak berwenang jika melihat tanda-tanda keberadaan korban di sekitar area hutan maupun perkebunan.














