MarahaiNews.id – Suasana di Desa Gitaraja, Kecamatan Oba, Kota Tidore Kepulauan, mendadak mencekam. Mahmud Kasim (45) yang merupakan seorang petani yang dikenal gemar melaut, dilaporkan hilang misterius saat mencari ikan di pesisir pantai.
Tim SAR gabungan telah diturunkan dan masih berjibaku melakukan penyisiran di area yang dikenal habitat buaya.
Peristiwa pilu itu bermula pada Minggu malam 22 Febuari 2026 sekitar pukul 19.30 WIT. Dengan berbekal senter dan alat panah ikan (jubi), Mahmud berpamitan kepada keluarganya untuk mencari ikan di pinggir pantai.
Aktivitas itu sudah menjadi rutinitas bagi warga RT 06 RW 03 ini. Namun, hingga fajar menyingsing, Mahmud tak kunjung menginjakkan kaki di rumah.
Kekhawatiran keluarga memuncak saat mereka melakukan pencarian mandiri. Di lokasi tempat Mahmud biasa memanah, sang istri dan kerabat hanya menemukan barang-barang milik korban.
Alat-alat berupa sebuah senter yang masih menyala redup, alat panah, serta puluhan ekor ikan hasil tangkapan tergeletak begitu saja di tepian. Namun Mahmud tidak ditemukan tanpa jejak.
“Masyarakat menduga kuat korban diterkam binatang buas (buaya), mengingat jejak barang-barang yang ditemukan tertinggal di lokasi tanpa pemiliknya,” kata Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor SAR Ternate, Ferdinando J. Rugebret.
Ferdinando menambahkan, operasi pencarian kali ini dilakukan dengan ekstra waspada. “Tim sudah bergerak membawa peralatan SAR laut dan evakuasi lengkap. Kami berkoordinasi dengan unsur terkait untuk menyisir area pesisir Gitaraja,” imbuhnya.
Operasi kemanusiaan ini melibatkan kolaborasi lintas instansi, mulai dari Basarnas Ternate, BPBD Kota Tidore Kepulauan, personel Polsek setempat, hingga puluhan warga desa yang bahu-membahu menyisir rawa dan pesisir.
Hingga saat ini, belum ada tanda-tanda keberadaan korban. Luasnya area pesisir dan ancaman predator air menjadi tantangan utama bagi tim di lapangan. Keluarga korban kini hanya bisa pasrah sembari berharap mukjizat membawa pulang sang tulang punggung keluarga. (*)














