Diskusi Buku Perlawanan Rakya Galela, Diangkat Cerita Sosok Yasin Gamsungi 

Mahasiswa studi Ilmu Sejarah di Universitas Gadjah Mada (UGM) menulis buku tentang Perlawanan Rakyat Galela di Halmahera Utara 1946–1949, sebagai tugas akhir mata kuliah praktik penelitian sejarah.

Mahasiswa itu adalah Komaruddin Nursi Kasman Abdul Rahim. Yang menulis buku yang berjudul “Perlawanan Rakyat Galela di Halmahera Utara 1946–1949”.

Setelah buku ini diterbitkan dibuka forum diskusi buku yang menghadirkan empat pembicara, yakni Broery Doro Pater Tjaja, Rajilun Taher, Nofarentu Her Sadouw, dan Muhammad Iram Galela. Diskusi dipandu moderator Abraham Malubaya Bale.

Kegiatan Halal Bi Halal dan Diskusi Buku ini disponsori ICMI Halmahera Utara, AMPP Togammoloka, dan KPMG Galela. Yang dipusatkan di Kediaman Wakil Bupati Halmahera Utara.

Komaruddin menjelaskan buku tersebut berawal dari tugas akademik saat dirinya menempuh studi Ilmu Sejarah di Universitas Gadjah Mada, penulisan karya ini merupakan bagian dari tugas akhir mata kuliah praktik penelitian sejarah.

“Mahasiswa diberi kebebasan memilih tema, namun harus memiliki kedekatan emosional dan intelektual. Ketertarikan saya muncul dari cerita keluarga tentang sosok pejuang lokal, Yasin Gamsungi,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya penulisan sejarah lokal secara akademik, mengingat selama ini banyak kisah sejarah di Halmahera Utara masih bertumpu pada tradisi lisan yang rentan hilang seiring waktu.

Komaruddin juga menyoroti masih kuatnya kecenderungan historiografi nasional yang berpusat di Pulau Jawa, sehingga tokoh-tokoh dari daerah, termasuk Maluku Utara, belum banyak mendapat ruang dalam narasi sejarah nasional.

“Padahal kita memiliki tokoh penting seperti Kapitan Banau, Babullah dan Salahuddin bin Thalabudin. Ini perlu terus diangkat agar menjadi kebanggaan daerah,” katanya.

Ketua ICMI Orwil Maluku Utara Dr. Kasman Hi Ahmad, menegaskan bahwa kediaman Wakil Bupati akan terus difungsikan sebagai ruang literasi dan diskusi terbuka bagi masyarakat.

“Tempat ini tidak hanya sebagai rumah dinas, tetapi juga ruang untuk berdiskusi dan bertukar gagasan. Kami siap memfasilitasi kegiatan literasi di Halmahera Utara,” ucapnya.

Mantan Rektor UMMU Ternate dua periode ini mendorong lahirnya penulis-penulis muda dengan memberikan dukungan, termasuk bantuan biaya penerbitan bagi karya yang dinilai berkualitas.

“Kegiatan ini diharapkan menjadi pemantik semangat literasi di Halmahera Utara, sekaligus membuka ruang bagi generasi muda untuk menulis dan mendokumentasikan sejarah serta kearifan lokal secara lebih luas,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua ICMI Orda Halmahera Utara, Eka Putra, dalam sambutanya menyampaikan apresiasi atas terbitnya buku tersebut. Karya ini menjadi inspirasi sekaligus motivasi bagi generasi muda untuk lebih mengenal sejarah lokal.

“Buku ini membuka wawasan kita bahwa daerah juga memiliki sejarah perjuangan yang tidak kalah penting,” akunya.

Eka mengungkapkan komitmen ICMI dalam mendorong pelestarian bahasa daerah, seperti bahasa Galela dan Tobelo, yang dinilai mulai tergerus perkembangan zaman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *